Jumat, 12 Mei 2017

Soal dan Pembahasan Maintenance Costing

Kerjakanlah soal – soal maintenance costing berikut ini !!
1.      To Calculate the mean time to repair (MTTR ) ?
a.       Eight Subsytem : a, b, c, d, e, f, g, h form an electronic system.
b.      The constants failure rates of these subsystems are :
la = 0.002 , lb = 0.004 , lc = 0.006 , ld = 0.008 , le = 0.010 , lf = 0.012 , lg = 0.014 , lh = 0.016 failures per hour.
c.       The corresponding estimate corrective maintenance time are :
Ta = 2 hour, Tb =  3 hour, Tc = 4 hour, Td = 5 hour, Te = 6 hour, Tf = 7 hour, Tg = 8 hour, Th = 9 hour.

Jawaban :      

§  Diketahui
ada 8 sub system yang membentuk elektronik system dengan tingkat konstanta kegagalan sub system ini :
la = 0.002 , lb = 0.004 , lc = 0.006 , ld = 0.008 , le = 0.010 , lf = 0.012 , lg = 0.014 , lh = 0.016 failures per hour.
Dengan estimasi waktunya :

Ta = 2 hour, Tb =  3 hour, Tc = 4 hour, Td = 5 hour, Te = 6 hour, Tf = 7 hour, Tg = 8 hour, Th = 9 hour.
2.      Data historical of machine in industry :
a.       Hour ( 0 to 200) = up-time
b.      Hour ( 200 to 210 ) = down-time
c.       Hour ( 210 to 400 ) = up-time
d.      Hour ( 400 to 415) = down-time
e.       Hour ( 415 to 590 ) = up-time
f.       Hour ( 590 to 600 ) = down-time
g.      Hour (600 to 750 ) = up-time

To calculate of :
·  the mean time to between failure (MTBF ) and mean downtime (MDT) ?
·   the annual labor cost of corrective maintenance (CMal) ?
Whereas : SOH = 3500 hour, MTTR = 30 h, LCH = $ 40.
          Jawaban :
Diketahui :  
Data historical of machine in industry :
a.       Hour ( 0 to 200) = up-time
b.      Hour ( 200 to 210 ) = down-time
c.       Hour ( 210 to 400 ) = up-time
d.      Hour ( 400 to 415) = down-time
e.       Hour ( 415 to 590 ) = up-time
f.       Hour ( 590 to 600 ) = down-time
g.       Hour (600 to 750 ) = up-time
Ditanya :
a)      the mean time to between failure (MTBF ) and mean downtime (MDT) ?
b)      the annual labor cost of corrective maintenance (CMal) ?
Whereas : SOH = 3500 hour, MTTR = 30 h, LCH = $ 40.

Jawab : 
3.      Maintenance Cost-Related Data :
Description
Manufacture A system
Manufacture B system
Manufacture C System
Expected Life
15 years
15 years
15 years
Expected cost of  a corrective maintenance action
$2000
$2500
$3500
Annual failure rate
3 failures per year
3.5 failures per year
2.5 failures per year
Annual interest rate
4 %
4 %
4 %
Determine which of the three system will be less costly with present value of corrective maintenance ( Find the value of (PV)?
NB : Using the Formula II.

Jawaban :

4.      Assume that we have the following time estimates to accomplish an activity :
OT = 85 days
PT = 105 days
MT = 90 days
To Calculate the activity expected duration time  ( Ta )?

Jawaban : 

5.      Assume that in maintenance organization we have the following data :
TAH = 2500 hour
BR = 0.2
LR = $25
N  = 50
To Calculate the cost per employee (Cem)and The total labor cost ( TLC )?
          Jawaban :
§ Cem =  25 (1 + 0.2) 2500
                    
                    =   $75,000
      

  •   TLC =  $75,000 x 50

                     =    $3,750,000



Selasa, 15 November 2016

Perbandingan Kualitas Produk Bahan Bakar Diesel Pertamina (milik pemerintah) dengan Petronas (milik malaysia)

Di Indonesia, ada 4 merek SPBU yang mengeluarkan produk bahan bakar diesel. Merek nasional diwakili Pertamina sedangkan perusahaan luar negeri hadir melalui Shell, Total dan Petronas. Di antara keempat SPBU itu, hanya Pertamina yang menjajakan BBM diesel bersubsidi. Itu tidak masalah, karena kenyataannya banyak produsen mobil merekomendasi BBM non-subsidi  hal ini karena menyangkut kualitas solar. Pertanyaannya, tiap perusahaan menyebut produk mereka yang terbaik, tapi manakah yang benar-benar sesuai klaim tersebut?, kali ini saya hanya akan  membahas tentang pertamina (milik pemerintah) dan petronas (milik malaysia) berikut hasil  uji analisa pengetesannya:

  •  METODE PENGETESAN

Untuk analisis, kami menggunakan jasa laboratorium kalibrasi PT PETROLAB Services. Laboratorium ini sudah teruji kompetensinya karena telah mendapat Sertifikat ISO 17025:2005 yang dikeluarkan Lembaga Akreditasi Nasional (LAN) Indonesia.


Tak hanya kaidah pengetesan, laboratorium yang beralamat di Graha Mas Pemuda Blok AD 23, Kel. Jati, Pulo Gadung Jakarta Timur ini juga berlaku memiliki standar terukur pada alat pengetesan dan kecakapan personel dan beberapa sampel kami dapatkan dengan cara membeli langsung di SPBU masing-masing. Menggunakan metode random sampling, kami mengambil dari SPBU yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya.
SPBU yang kami kunjungi untuk mendapatkan sampel bahan bakar adalah:
  • Pertamina DEX: Pertamina SPBU COCO 31.12802, Jl. MT Haryono Kav. 18, Jakarta Selatan
  • Bio Solar: Pertamina SPBU 34-13420, Jl. Raya Kalimalang, Jakarta Timur
  • Petronas Diesel: Petronas Cibubur Service Station, Jl. Raya Alternatif Cibubur, Jawa Barat
Kami mengacu pada Surat Keputusan yang dikeluarkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor: 3675K/24/DJM/2006, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. SK yang menetapkan beberapa parameter, tapi ada 3 parameter yang kami jadikan acuan yakni cetane number, sulphur content, dan partikulat.


“Angka cetana berkaitan dengan kemampuan bahan bakar terhadap putaran mesin yang tinggi. Sulphur content untuk emisi dan kesehatan catalytic converter, sedangkan particulate untuk menilai tingkat kebersihan bahan bakar,” ujar Asbari. SSi, Manager Teknis PT PETROLAB Services.
Berpatokan pada SK tersebut pula, kami mendapatkan parameter bahan bakar diesel. Untuk angka cetana yaitu minimal 48. Sulphur content maksimal di 0,35%. Lalu partikulat maksimal 10 mg/l.

Khusus untuk angka cetana, umumnya ada deviasi (penyimpangan) plus-minus 1 dari klaim SPBU. “Deviasi tersebut masih dalam taraf wajar dan cukup sering terjadi pada BBM diesel yang dijual umum,” jelas Asbari.
Selain 3 parameter teknis di atas, parameter lain kami sertakan yakni harga. Karena harga fluktuatif, kami mencantumkan saat kami mengambil sampel.

1. PETRONAS DIESEL
Sample Petronas Diesel
  • PETRONAS DIESEL:

·        Rating: * * *
·        Harga: Rp 10.050/liter (17 Juni 2012 pukul 23:44 WIB)
·        Cetane number: 51,2
·        Sulphur content: 0,21 %
·        Particulate: 12 mg/l
SPBU asal negeri Jiran ini boleh berbangga dengan cetane number yang ditawarkan ke konsumen. Unggul di antara yang lain dan jauh melebihi standar minyak solar 48. Namun untuk kandungan sulphur, ia harus mengakui kekurangannya karena hanya setara dengan Pertamina Bio Solar yang berstatus BBM bersubsidi. Sedangkan particulate bisa dibilang biasa saja. Ia masuk dalam taraf rata-rata dibanding yang lain.

2. PERTAMINA BIO SOLAR
Sample Bio solar
  • PERTAMINA BIOSOLAR
·        Rating: * *
·        Harga: Rp 4.500/liter (18 Juni 2012 pukul 00:52 WIB)
·        Cetane number: 49,0
·        Sulphur Content: 0,21 %
·        Particulate: 24 mg/l
Secara mengejutkan Bio Solar memiliki angka cetana cukup baik meski hadir sebagai satu-satunya BBM diesel bersubsidi. Cetane number-nya bahkan mengalahkan Pertamina DEX yang merupakan unggulan produk BBM diesel Pertamina. Bersama Petronas Diesel, mereka merupakan produk dengan kandungan sulphur terbanyak. Artinya, kurang bersahabat bagi mobil dengan catalytic converter. Meski harganya paling murah, tapi ada kekurangan yang cukup mendasar yaitu figur particulate. Inilah yang ditakutkan mobil-mobil canggih dengan teknologi injektor bertekanan tinggi (commonrail).

3. PERTAMINA DEX
Sample Pertamina DEX
  • PERTAMINA DEX

·        Rating: * * * * * [RECOMENDED]
·        Harga: Rp 9.900/liter (18 Juni 2012 pukul 00:50 WIB)
·        Cetane Number: 48,5
·        Sulphur Content: 0,11 %
·        Particulate: 3,5 mg/l
Pertamina DEX atau disebut PertaDEX merupakan BBM diesel non-subsidi di line-up produk Pertamina. Ia menjadi unggulan dan hasil uji laboratorium pun mengatakan demikian. Angka particulate yang sedikit menandakan kadar partikel yang terkandung luar biasa minim – bahkan paling minim dibanding rivalnya. Dan itu sangat baik bagi mesin diesel dengan tekanan injektor presisi dan ekstra tinggi. Di antara BBM non-subsidi, saat kami mengambil sampelnya ia diharga paling murah.

Sumber : http://ujitesminyakdiesel.blogspot.co.id/2014/11/menguji-dan-menganalisa-kualitas-produk.html

perbandingan antara Premium, Pertamax pada mobil avanza

A. Pengertian Premium
Premium adalah bahan bakar minyak jenis distilat berwarna kekuningan yang jernih. Premium merupakan BBM untuk kendaraan bermotor yang paling populer di Indonesia. Premium merupakan BBM dengan oktan atau Research Octane Number (RON) terendah di antara BBM untuk kendaraan bermotor lainnya, yakni hanya RON 88. Adapaun spesifikasi dari premium itu sendiri adalah : menggunakan tambahan pewarna dye, mempunyai Nilai Oktan 88, dan menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah banyak.

B. Pengertian Pertamax
Pertamax adalah produk BBM dari pengolahan minyak bumi. Pertamax dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannnya di kilang minyak. Selain itu, Pertamax memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan Premium. Pertamax direkomendasikan untuk kendaraan yang diproduksi setelah tahun 1990, terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan electronic fuel injection (EFI) dan catalytic converters (pengubah katalitik).
1.    Uji Coba pertamax dan Premium dari rumah ke kampus gunadarma j1 (fuel tank)
Rasio konsumsi bahan bakar premium

Rasio konsumsi bahan bakar pertamax


C. kelebihan dan kekurangan pertamax

  • Kelebihan Pertamax
  1. Pertamax adalah bahan bakar tanpa timbal yang didalamnya mengandung zat aditif generasi 5 yang bersifat detergensy. Jadi andai kata didalam bahan bakar terdapat kotoran maka akan dibersihkan dengan zat aditif tersebut. Dengan demikian beberapa komponen seperti injektor dan ruang bakar akan lebih terjaga kebersihanya. Zat ini tidak ada pada bahan bakar bersubsidi atau premium.
  • Kekurangan pertamax
  1. Sebenarnya sih kalau dilihat dari wacana di atas kekurangannya hanya satu dan sepele, yakni harganya lebih mahal dibandingkan dengan premium. Akan tetapi dengan kelebihan yang didapat maka tidak jadi masalah dengan harga yang terpaut sedikit.
Kesimpulan
Setelah melakukan uji coba terhadap 4 jenis bahan bakar, berikut ini adalah penilaian perbandingan dalam bentuk tabel:
Tabel perbandingan 4 bahan bakar yang diuji coba

sumber : http://www.harjasaputra.com/opini/iptek/perbandingan-premium-pertamax-pertamax-plus-dan-shell-v-power.html

Jumat, 21 Oktober 2016

perbandingan antara air cooler dan air conditioner revisi


BAB I
      PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang Masalah

Secara umum pengertian dari AC (Air Conditioner) dan air cooler suatu rangkaian mesin yang memiliki fungsi sebagai pendingin udara yang berada di sekitar mesin pendingin tersebut.


Secara khusus pengertian dari AC (Air Conditioner) dan air cooler adalah suatu mesin yang di gunakan untuk mendinginkan udara dengan cara mensirkulasikan gas refrigerant berada di pipa yang di tekan dan di hisap oleh kompresor.

Adapun sebab mengapa gas refrigerant di pilih sebagai bahan yang di sirkulasikan, yaitu karena bahan ini mudah menguap dan bentuknya bisa berubah-ubah, yang berbentuk cairan dan gas. Panas yang berada pada pipa kondensor berasal dari gas refrigerant yang di tekan oleh kompressor sehingga bahan tersebut menjadi panas dan pada bagian Automatic Expantion Valve pipa tempat sirkulasi gas refrigerant di perkecil,sehingga tekanannya semakin meningkat dan pada pipa evaporator menjadi dingin.

1.2 Tujuan Penulisan

Setiap penulisan memiliki tujuan agar materi yg akan dibahas lebih tertata rapi dan tidak keluar dari judul yg sudah ditentukan. Adapun tujuan penulisan ini sebagai berikut:

1. Mengetahui pengertian air cooler dan air conditioner

2. Mengetahui kelebihan dan kekurangan air cooler dan air conditioner

3. Mengetahui perbedaan air cooler dan air conditioner



BAB II
PEMBAHASAN

2.2 pengertian air cooler dan air conditioner

1. air cooler


    Air Cooler atau Air Humidifier adalah sebuah alat yang dapat menghasilkan udara sejuk dan termasuk dalam perangkat pendingin udara atau penyejuk udara. Belakangan ini bentuk dan diameter dari sebuah Air Cooler di buat lebih mini dan hadir dengan desain medern dan futuristik. Dengan ukurannya yang mini tersebut, maka mobilitas akan semakin mudah, Mudah di pindah-pindah tempat dan di bawa kemana-mana, karena sekarang ini ada juga Air Cooler mini yang ukurannya panjangnya hanya 15 CM sehingga dapat di masukan di tas.
Sebuah Air Cooler di lengkapi dengan tabung atau bak yang nantinya akan di isi air, beberapa air Cooler menggunakan bantalan busa yang nantinya dapat di siram air. Pada operasionalnya air dari bak akan di semprotkan berbarengan dengan hembusan angin yang berasal dari kipas Air Cooler, Udara yang dihasilkan akan terasa sejuk namun lembab dan basah. Agar kesejukan semakin terasa, beberapa pengguna Air Cooler menambahkan es pada tangki bak air dari Air Cooler mereka. Semakin lama Air Cooler ini digunakan maka kelembapan akan semakin tinggi, mungkin dapat kami katakan basah, seperti ketika kita sedang berada di area berkabut. Ketika cuaca sedang panas, Air Cooler cukup nyaman juga untuk digunakan.
Konsumsi listrik yang diperlukan untuk sebuah Air Cooler tidaklah terlalu besar, sekitar 6 watt hingga 300 watt saja, tergantung dari ukuran air cooler itu sendiri, Untuk Air Cooler kecil biasanya menggunakan baterai, daya baterai biasanya paralel dan non paralel sekitar 6 watt, Sedangkan untuk Air Cooler yang lebih besar menggunakan listrik antara 50 watt hingga 80 watt. Untuk Air Cooler yang kami miliki memerlukan konsumsi listrik antara 100 watt hingga 150 watt, Sedangkan untuk Air Cooler yang berukuran jumbo, satahu kami memerlukan konsumsi listrik antara 200 hingga 300 watt. Hampir semua Air Cooler menghasilkan udara sejuk namun lembab, dikarenakan berbahan pendingin air dan bukan gas. Kelembapan ini juga dapat menjadi masalah kesehatan tersendiri, Apalagi ditambah udara yang bercampur debu karena teknologi filterisasinya yang hanya apa adanya. Mungkin kedepannya dapat dilakukan inovasi teknologi pada peningkatan Filterisasi dan Teknologi pembasmi kuman, bakteri dan virus. Air Cooler tidak menggunakan teknologi yang kompleks sehingga perawatan mudah dan dapat dilakukan sendiri tanpa perlu menggunakan Jasa Profesional.

3.      air conditioner

AC SHARP ECO INVERTER

Air Conditioner / Air Conditioning (AC) atau alat pengkondisi udara merupakan modifikasi pengembangan dari teknologi mesin pendingin. Alat ini dipakai bertujuan untuk memberikan udara yang sejuk dan menyediakan uap air yang dibutuhkan bagi tubuh. Suhu udara pada saat musim panas yang sedemikian tinggi dapat mengakibatkan dehidrasi cairan tubuh yang dapat mengakibatkan kematian. Selain itu, Air Conditioner dimanfaatkan sebagai pemberi kenyamanan. Di lingkungan tempat kerja Air Conditioner juga dimanfaatkan sebagai salah satu cara dalam upaya peningkatan produktivitas kerja. Tingkat kenyamanan suatu ruang juga ditentukan oleh temperatur, kelembapan, sirkulasi dan tingkat kebersihan udara. Air Conditioner / Air Conditioning (AC) adalah alat yang menghasilkan dingin dengan cara menyerap udara panas sekitar ruangan. Proses udara menjadi dingin adalah akibat dari adanya pemindahan panas. Sedangkan bahan yang digunakan sebagai bahan pendingin dalam mesin pendingin disebut Refrigeran. Sebagai informasi bahwa Refrigeran ini tidak hanya digunakan pada Air Conditioner tapi juga digunakan pada Frezzer dan Kulkas, hanya saja tipe dari Refrigeran yang membedakannya, sebuah Air Conditioner memerlukan Refrigeran khusus begitupula yang lainnya. Air Conditioner / Air Conditioning (AC) ini disebut-sebut sebagai alat yang rakus akan sumber daya (listrik), Walaupun telah banyak penerapan teknologi untuk efisiensi tapi tetap saja pengurangannya tidaklah terlalu signifikan. Teknologi yang kompleks membuat perawatannya memerlukan bantuan profesional dengan peralatan khusus. Air Conditioner tidak hanya dirancang sebagai pendingin udara namun juga sebagai alat kesehatan, Udara yang dihasilkan kering dan dingin. Berbagai inovasi teknologi untuk peningkatan kesehatan terus dilakukan, seperti Teknologi Virus Doctor yang dapat mematikan virus dan bakteri, Teknologi Skin Care untuk menjaga kelembapan kulit sehigga kulit tidak kering dan keriput. Teknologi filter untuk memastikan tidak adanya udara bercampur debu juga terus di tingkatkan.


  • kelebihan dan kekurangan air cooler dan ac

  1. Mudah dipindahkan , Karena ukurannya yang relatif kecil dan mudah untuk dibawa, air cooler juga mudah dipindahkan ke ruangan lain sesuai kebutuhan. Udara yang dihasilkan air cooler pun tidak seperti AC yang bergantung pada kompresor.
  2. Lebih hemat listrik ,Air cooler tidak memiliki kompresor sehingga tidak membutuhkan daya listrik yang besar dibanding AC. Walau Anda menggunakannya seharian, air cooler hanya membutuhkan listrik sekitar 10-15% dari listrik yang digunakan oleh AC. Harga air cooler pun jauh lebih murah dibandingkan AC.
  3. Udaranya lembap . Nah, ini salah satu kekurangan air cooler dibanding AC. Karena menggunakan uap air, udara yang dihasilkan oleh air cooler cenderung lembap. Untuk itu sebaiknya tidak menggunakan air cooler di dalam ruangan yang sangat tertutup karena berisiko memunculkan bakteri atau jamur di dalam ruangannya.
  4. Sejuknya hanya pada jarak tertentu , Dibandingkan AC yang memberikan kesejukan secara menyeluruh pada satu ruangan, air cooler hanya menyejukkan ruangan pada jarak tertentu. Suhunya pun tidak dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
  5. Selain itu, air cooler juga tidak dilengkapi dengan penyaring udara, berbeda dengan AC yang dilengkapi penyaring udara sehingga tidak menghasilkan udara yang kotor – bahkan mencegah kuman dan bakteri masuk ke dalam ruangan.
2.3 perbedaan air cooler dan air conditioner

  • Air cooler :   
  1. Bahan pendingin air
  2.  konsumsi listrik relatif kecil
  3.  uap air lembab dan basah
  4.  harga murah dan terjangkau
  5.  udara bercampur dengan debu

  • Air conditoner : 
  1.  Bahan pendingin refrigerant (gas)
  2. konsumsi listrik besar
  3.  uap air kering
  4.  harga lebih  mahal
  5.  udara tidak bercampur dengan debu. 

                                                            BAB III
          PENUTUP

Dari penjelasan singkat di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa Air Cooler itu bukanlah sebuah Air Conditioner, Sangat jauh berbeda antara Air Cooler dengan Air Conditioner dan yang pasti belum ada produk yang bernama AC Mini Portable, AC Portable itu lebih dikenal dengan AC Floor Standing, Dan yang perlu kita ketahui bersama bahwa sebuah Air Conditioner Portable atau Air Conditioner Floor Standing yang beredar itu tidak ada yang berdaya kecil, Minimalnya adalah 1PK. Bandingkan dengan produk AC split yang minimalnya adalah 1/2 PK atau 0.5 PK.

SUMBER : http://www.karangmulya.com/perbedaan-antara-air-cooler-dengan-air-conditioner/