Jumat, 13 Mei 2016

Latar belakang wawasan nusantara,pengertian wawasan nusantara serta implementasi nya

A.     Latar belakang Wawasan Nusantara
          Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara keanekaragaman memerlukan suatu perekat agar bangsa yang bersangkutan dapat bersatu guna memelihara keutuhan negaranya
   Suatu bangsa dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungannya,yang didasarkan atas hubungan timbal balik atau kait mengait antara filosofi bangsa ,idiologi,aspirasi dan cita-cita yang dihadapkan pada kondisi sosial masyarakat ,budaya dan tradisi ,keadaan alam dan wilayah serta pengalaman sejarah
         Kata wawasan berasal dari bahasa jawa yaitu wawas  ( mawas ) yang artinya melihat atau memandang ,jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat 
        Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan ada tiga faktor penentu utama yang harus                         diperhatikan oleh suatu bangsa :
1.      Bumi / ruang dimana bangsa itu hidup
2.      Jiwa,tekad dan semangat manusia / rakyat
3.      Lingkungan
      Wawasan nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya eksistensinya yang serta terhubung ( interaksi dan interelasi ) serta pembangunannya didalam bernegara di tengah-tengah lingkungan baik nasional,regional maupun global.


 B.   Pengertian Wawasan Nusantara
   Menurut Para Ahli :
1.    Prof.Dr.Wan Usman
Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.
2.      Kelompok Kerja LEMHANAS 1999
Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional .
Sedangkan pengertian yang digunakan sebagai acuan pokok ajaran dasar wawasan nusantara sebagai geopolitik bangsa indonesia adalah cara pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional .
Landasan Wawasan Nusantara  
Idiil                  →  Pancasila
Konstitusional  →  UUD 1945

      C.     Implementasi Wawasan Nusantara
Penerapan wawasan nusantara harus tercermin pada pola pikir,pola sikap dan pola tindak yang                 senantiasa mendahulukan kepentingan negara .
a.       Implementasi dalam kehidupan politik adalah menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis , mewujudkan pemerintahan yang kuat , aspiratif dan dipercaya.
b.       Implementasi kehidupan ekonomi , adalah menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar  menjamin pemenuhan dan peningkata kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata  dan adil.
c.       Implementasi dalam kehidupan sosial budaya adalah menciptakan sikap batiiah dan lahiriah  yang mengakui menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan  yang hidup disekitarnya dan merupakan karunia sang pencipta.
d.      Implementasi dalam kehidupan pertahanan keamanan adalah menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap bela negara pada setiap WNI.
Sosisalisasi wawasan nusantara
1.      Menurut sifat/cara penyampaian
a.       Langsung  →  ceramah,diskusi,tatap muka
b.      Tidak langsung → media massa
2.      Menurut metode penyampaian  
a.      Ketauladan
b.      Edukasi
c.      Komunikasi

d.      Integrasi
source : elearning.gunadarma.ac.id

Kamis, 12 Mei 2016

Wawasan Nasional dan teori geopolitik

A.      Wawasan Nasional

Wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dianut oleh negara yang bersangkutan .

1.      Paham-paham kekuasaan
a.       Machiavelli ( abad XVII )
Dengan buku judulnya “ The Prince “ dikatakan sebuah negara itu akan bertahan apabila menerapkan dalil-dalil :
1.      Dalam merebut dan mempertehankan kekuasaan segala cara dihalalkan .
2.      Untuk menjaga kekuasan rezim,politik adu domba  ( devide et empire ) adalah sah
3.      Dalam dunia politik yang kuat dan pasti dapat beratahan dan menang
b.      Napoleon Bonaparte ( abad XVIII)
Perang dimasa depan merupakan perang total yaitu perang yang mengerahkan segala daya upaya dan kekuatan nasional.
c.       Jendral clausewitz ( abad XVIII)
Menurut Jendral clausewitz perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain.Buat dia perang sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasional suatu bangsa.
d.      Fuerback dan Hegel ( abad XVII )
Paham materialisme fuerback dan teori sintetis hegel menimbulkanaliran kapitalisme dan komunisme.Menurut mereka keberhasilan ekonomi suatu negara adalah seberapa besar surplus ekonominya,terutama diukur dengan seberapa banyak emas yang dimiliki oleh negara itu .
e.       Lenin ( abad XIX )
Memodifikasi teori clausewitz dan teori ini diikuti oleh Mao Zhe Dong perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan .
f.       Lucian W.Pye dan Sidney
Tahun 1972 dalam bukunya Political Cultural dan Politik development dinyatakan bahwa kemantapan suatu sistem politik hanya dapat dicapai apabila berakar pada kebudayaan politik bangsa yang bersangkutan.
2.      Teori –teori geopolitik ( ilmu bumi politik )
Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala politik dari aspek geografi.Teori ini banyak dikemukakan para sajarna seperti :


A.       Federitch Ratzel
1.      Pertumbuhan negara dapat dianalogikan (disamakan/mirip ) dengan pertumbuhan organisme ( makhluk hidup ) yang memerlukan ruang hidup , melalui proses lahir, tumbuh, berkembang, mempertahankan hidup tetapi dapat juga menyusut dan mati.
2.      Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti kekuatan.
3.      Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam .Hanya bangsa yang unggul yang dapat bertahan hidup terus dan langsung.
4.      Semakin tinggi budaya bangsa semaakin besar kebutuhan atau dukungan sumber daya alam.apabila tidak terpenuhi maka banga tsb akan mencari pemenuhan kebutuhan kekayaan alam di luar wilayahnya ( ekspansi )
Ajaran Ratzel menimbulkan dua aliran :
-          Menitik beratkan kekuatan darat
-          Menitik beratkan kekuatan laut
b.      Sir walter releigh dan alferd thyer mahan ( konsep wawasan bahari )
Barang siap menguasai lautan akan meguasai perdagangan . menguasai perdagangan berarti menguasai kekayaan dunia sehingga pada akhirnya menguasai dunia.
c.       Nicholas J.Spykman
Teori daerah batas ( rimland ) yaitu teori wawasan kombinasi yang menggabungkan kekuatan darat ,laut,udara dan dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan keperluan dan kondisi suatu negara.      
3.      Wawasan nasional indonesia
Wawasan nasional indonesia dikembangkan berdasarkan wawasan nasional secara universal sehingga dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dipakai negara indonesia .
a.       Paham kekuasaan indonesia
Bangsa indonesia yang berfalsafah dan berideologi pancasila menganut paham tentang perang dan damai berdasarkan :
“ bangsa indonesia cinta damai ,akan tetapi lebih cinta kemerdekaan “


B.      Geopolitik indonesia


Indonesia menganut paham negara kepulauan berdasarkan ARCHIPELAGO CONCEPT  yaitu laut sebagai penghubung daratan sehingga wilayah negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai tanah air dan ini disebut negara kepuauan. 

source : elearning.gunadarma.ac.id

Jumat, 01 April 2016

PENDIDKAN KEWARGANEGARAAN

Nama : Reza alam permana
kelas : 2ic09
NPM : 29414155
BAB I
PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

A.  LATAR BELAKANG PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
       Perjalanan panjang sejarah Indonesia dimulai sejak era sebelum dan setelah penjajahan, kemudian dilanjutkan ke masa pertahanan Negara. Kondisi inilah yang membuat kesamaan nilai – nilai di landasi oleh jiwa, tekad, dan semangat kebangsaan. Kesamaan itu tumbuh menjadi kekuatan yang mampu mendorong proses terwujudnya Negara Indonesia dalam wadah nusantara. Semangat perjuangan bangsa merupakan kekuatan mental spiritual yang dapat melahirkan sikap dan perilaku heroik dan patriotik serta menumbuhkan kekuatan , kesanggupan, dan kemauan yang luar biasa.
            Nilai nilai perjuangan bangsa Indonesia dalam perjuangan fisik merebut dan mengisi kemerdekaan telah mengalami pasang surut sesuai dengan dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hal ini disebabkan oleh pengaruh globalisasi. Globalisasi ditandai oleh kuatnya pengaruh lembaga –lembaga kemasyarakatan internasional, Negara maju yang ikut mengatur perpolitikan, perekonomian dan keamanan global. Kondisi ini akan menumbuhkan berbagai konflik kepentingan, baik antar Negara maju dan negara berkembang. Kondisi ini pula akan mempengaruhi struktur dalam kehidupan bermasyarakat, serta mempengaruhi pola pikir, sikap, dan tindakan masyarakat Indonesia.
            Perjuangan ini pun di landasi oleh nilai–nilai perjungan bangsa Indonesia, sehingga kita tetap memiliki wawasan, dan kesadaran bernegara, sikap dan perilaku yang cinta tanah  air, dan mengutamakan persatuan seta kesatuan bangsa dalam rangka bela Negara demi tetap utuh dan tegaknya Negara republik Indonesia. Perjuangan non fisik sesuai dengan bidang profesi masing – masing memerlukan saran kegiatan pendidikan dan mahasiswa sebagai calon cendekiawan pada khususnya, yaitu melalui pendidikan kewarganegaraan.

B.  KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN
Masyarakat dan pemerintah suatu negara berupaya untuk menjamin kelangsungan hidup serta kehidupan generasi penerusnya secara berguna (berkaitan dengan kemampuan spiritual) dan bermakna  (berkaitan dengan kemampuan kognitif dan psikomotrik).tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara,sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kewarganegaraan,wawasan nusantara serta ketahanan nasional dalam diri para warga negara republik indonesia yang sedang mengkaji dan menguasai ilmu teknologi serta seni.
Kompetensi diartikan sebagai seperangkat tindakan cerdas, penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki oleh seseorang agar ia mampu melaksanakan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu. Pendidikan Kewarganegaraan yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. Sikap ini disertai dengan perilaku sebagai berikut :      
·         Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.
·         Berbudi luhur, berbangsa dan bernegara.
·         Rasional dan dinamis.
·         Bersifat professional
·         Aktif memanfaatkan ilmu teknologi,pengetahuan dan seni untuk bangsa dan negara.

C.    PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN TENTANG BANGSA DAN NEGARA
            Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, “bangsa” adalah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa dan sejarah serta berpemerintahsendiri, atau bisa diartikan sebgai kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahas dan wilayah tertentu di muka bumi.
          Jadi, “Bangsa Indonesia” adalah sekelompok manusia yang mempunyai kepentingan yan sam dan menyatakan dirinya dan mengetahui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberap kelompok manusia tersebut.
          “Negara” juga dapat diartikan sebgai satu perserikatan yang melaksanakan satu pemerintahan melalui hukum yang mengikat masyarakat dengan kekuasaan untuk memaksa ketertiban sosial.
1. Teori terbentuknya negara
a. Teori Hukum alam (Piato dan Aristoteles)
Kondisi Alam > Berkembang  Manusia > Tumbuh Negara
b. Teori Ketuhanan.
Segala sesuatu adalah ciptaan Tuhan, termasuk adanya negara.

c. Teori Perjanjian (Thomas Hobbes)
Manusia menghadapi kondisi alam dan timbullah kekerasan, manusia akan musnah bila ia tidak mengubah cara-caranya. Manusia pun bersatu (membentuk negara) untuk mengatasi tantangan.                                                                                                          
2. Unsur Negara
a. Konstitutif.
Negara meliputi wilayah udara, darat,dan perairan (unsur perairan tidak mutlak), rakyat atau masyarakat, dan pemerintahan yang berdaulat.
b. Deklaratif.
Negara mempunyai tujuan, undang-undang dasar, pengakuan dari negara lain baik secra de jure maupun de facto dan ikut dalam perhimpunan bangsa-bangsa, misalanya PBB.
3. Bentuk Negara
a. Negara Kesatuan
1. Negara Kesatuandengan sistem sentralisasi
2. Negara Kesatuan dengan  sistem desantralisasi.
b. Negara serikat, didalam negara ada negara yaitu negara bagian.

D. NEGARA & WARGA NEGARA DALAM SISTEM KENEGARAAN DI INDONESIA.

1. Proses bangsa yang bernegara
Proses bangsa yang bernegara memberikan gambaran tentang bagaimana terbentuknya bangsa dimana kelompok manusia berada didalamnya merasa sebagai bagian dari bangsa.
2. pemahaman hak dan kewajiban warga negara
a.  Hak Warga Negara
Hak-hak asasi manusia dan warga negara menurut UUD 1945 mencakup :
·         Hak untuk warga Negara
·          Hak atas kedudukan yang sama dalam hukum (pasal 27 ayat 1)
·         Hak atas persamaan kedudukan dalam pemerintahan (pasal 27 ayat 1)
·         Hak atas penghidupan yang layak (pasal 27 ayat 2)
·         Hak bela negara (pasal 27 ayat 3)
·         Hak untuk hidup (pasal 28A)
·         Hak membentuk keluarga (pasal 28 B ayat 1)
·         Hak pemenuhan kebutuhan dasar (pasal 28 C ayat 1)
·         Hak untuk memajukan diri (pasal 28 C ayat 2)
·         Hak memperoleh keadilan hukum (pasal 28 C ayat 1)
·         Hak untuk memajukan diri (pasal 28 D ayat 1)
·         Hak memperoleh kesempatanyang sama dalam  pemerintahan (pasal 28 D ayat 4)
·         Hak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya(pasal 28 E ayat 2)
·         Hak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat (pasal 28 E ayat 3)
·         Hak untuk komunikasi dan memperoleh informasi (pasal 28 F)
·         Hak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat dan harta benda (pasal 28 G ayat 1)                                                                                                           
·         Hak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derejat martabat manusia (pasal 28 G ayat 2)
·         Hak hidup sejahtera lahir dan batin(pasal 28 H ayat 1)
·         Hak mendapat kemudahan dan memperoleh kesempatan dan mandaat yang sama (pasal 28 Hayat 2)
·         Hak atas jaminan sosial (pasal 28 H ayat 3)
·         Hak milik pribadi (pasal 28 H ayat 4)
·         Hak untuk tidak diperbudak (pasal 28 I ayat 1)

b. Kewajiban warga negara antara lain :
·         Melaksanakan aturan hokum
·         Menghargai orang lain
·         Memiliki informasi dan perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakatnya
·         Melakukan kontrol terhadap para pemain-pemain dalam melakukan tugas-tugasnya
·         Melakukan komunikasi dengan para wakil disekolah.
·         Membayar pajak.
·         Menjadi saksi di pengadilan.

·         Bersedia untuk mengikuti wajib militer dan lain-lain

DAFTAR PUSTAKA
http://elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_frontpage&Itemid=1

Selasa, 24 November 2015

DAMPAK KABUT ASAP BAGI MANUSIA DAN LINGKUNGANNYA

BAB I
PENDAHULUAN


1.1       Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui bahwa kabut adalah uap air yang berada dekat permukaan tanah kemudian berkondensasi (perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat seperti gas (atau uap) menjadi cairan) menjadi mirip awan. Peristiwa ini terbentuk karena hawa dingin di sekitar tempat itu dan kadar kelembaban yang tinggi, yaitu mendekati 100%.
Untuk menghasilkan kondensasi atau sublimasi di perlukan tingkat kejenuhan udara yang tinggi, di mana kelembaban relatif mendekati atau sama dengan 100%. Kriteria yang digunakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi & Geofisika adalah jika terlihat adalanya partikel-partikel mikroskopis di udara permukaan dengan jarak pandang (Visibility) mendatar kurang dari 1 Km dan nilai kelembaban Relatif(RH) 98-100%. Setiap musim kemarau kita selalu diganggu asap. Sejumlah kota di Riau maupun Kalimantan disergap asap. Jarak pandang terganggu, aktivitas sosial dan ekonomi pun terganggu. Di laut laut, maupun di sejumlah sungai yang padat transportasi air menjadi sangat rawan kecelakaan. Mengingat begitu besar dampak yang ditimbulkan oleh asap kabut terhadap kehidupan manusia dan lingkungan, maka pada makalah ini kami akan membahas sedikit mengenai asap kabut.

   

BAB II

                                   STANDAR LIMBAH

 

2.1 Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) adalah laporan kualitas udara kepada masyarakat untuk menerangkan seberapa bersih atau tercemarnya kualitas udara dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan setelah menghirup udara tersebut selama beberapa jam/hari/bulan. Penetapan ISPU ini mempertimbangkan tingkat mutu udara terhadap kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, bangunan dan nilai estetika.

Berikut Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan tentang Pedoman Teknis Perhitungan Dan Pelaporan Serta Informasi  Indeks Standar Pencemar Udara No. KEP-107/KABAPEDAL/11/1997 Tanggal 21 November 1997: Indeks standar pencemaran udara Ditetapkan Berdasarkan KEP-107/KABAPEDAL/11/1997, yaitu:

- Sulfur Dioksida (SO2): 24 jam  per hari                                                                                       - Nitrogen Dioksida (NO2): 1 jam perhari                                                                                         - Ozon Permukaan (O3): 1 jam per hari                                                                                         - Partikel Debu (PM10): 24 jam per hari                                                                                                - Karbon Monoksida (CO): 8 jam per harI

 BAB III
 DAMPAK KABUT ASAP

       3.1 Dampak  bagi  Kesehatan :
      -  Kabut Asap Menyebabkan Iritasi mata,hidung dan tenggorokan, serta             menyebabkan alergi Pernafasan
      -      Kabut asat dapat memparah kesehatan bagi yang mempunyai penyakit Asma dan penyakit paru-paru lainnya.
    -      infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, terutama karena ketidak seimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus penyebab penyakit (agent) serta buruknya lingkungan (environment).

      3.2 Dampak bagi Ekonomi dan lingkungan
     -      Indonesia merugi karena pariwisata menurun akibat terjadi kabut asap di sumatera dan Kalimantan
     -      Riau mengalami kerugian Rp. 7 triliun akibat terjadinya kebakaran hutan
     -      Negara tetangga Malaysia dan singapura terkena dampak asap yang menyebabkan banyak yg tidak beraktifitas selama kabut asap dan merugikan kedua Negara tersebut.

      3.3 Dampak  bagi Pendidikan
          Banyaknya sekolah di riau di liburkan akibat kebakaran hutan ini, dan juga Negara tetangga Malaysia yang terkena dampak ikut meliburkan sekolahnya

      3.4 Dampak  bagi Alam
          Banyak hewan langka yang seharusnya dilindungi mati akibat kebakaran hutan ini dan juga banyak hewan buas pindah ke lingkungan penduduk dan menyerang penduduk sekitar.